Padamkan Api di Bibirku dengan Bibirmu

Kemarilah

Ke sini

Ke dekatku

Kuhitung tak lama

Tahukah kamu?

Kata-kata ini telah dipanaskan

Dari hampa yang membingungkan

Mengelupas dan berasap

Bukan karena aku

Bukan karena kamu

Tak kuasa melemparkan ke mukanya

Tapi katup-katup telah terlepas

Uap-uap mengembun

Dari panas yang menghembus

Dari api yang menjulur-julur

Hey..

Tungku itu ada di mulutku

Dari relung rongga-rongga

Berujung pada katup kelopak bibirku

Padamkan api di bibirku dengan bibirmu

Kutahu kamu bisa

Padamkan api di bibirku dengan bibirmu

Kutahu bibirmu dari sebongkah es antartika

Iya, sekarang..

Tak mau bibirku menjadi arang

Kau pasti akan rugi

Ayolah mulai..

Wisma, Jkt 300709 14.30

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s