Suatu Subuh di Yogya

Interview Subuh

Apa yang kamu rasakan sekarang?

Sedikit ngantuk, tapi tanggung kalau dibawa tidur. Sebentar lagi waktu sahur, petugas hotel akan segera mengantarkan hidangan santap sahur. Dan aku akan segera bersahur, lalu tidur.

Apa yang kamu pikirkan sekarang?

Tidak ada. Hanya ingin cepat bersahur dan segera tidur sampai siang. Tuh kan, hidangan sahurku sudah datang.

Mmhh.. Nasi dengan gulai ayam, tahu goreng, lalap tomat dan timun, tak ketinggalan kerupuk udang. Minumannya sama dengan menu sahur kemarin, teh manis hangat. Aku memberi tip sepuluh ribu perak untuk petugas hotel.

Apakah kamu akan bersahur sekarang?

Belum.

Kenapa?

Aku ingin menjawab beberapa pertanyaanmu dulu.

Apa yang kamu lakukan di kota ini?

Entahlah..

Kok?

Ya aku hanya sekedar ingin jalan-jalan saja. Menikmati perjalanan dan situasi baru.

Kenapa begitu?

Aku bosan dengan suasana Jakarta.

Kenapa memilih kota ini?

Entahlah. Ehmm.. mungkin karena di sini aku bisa bebas melakukan apa yang kumau.

Misalnya?

Tidur dan makan hehehe.

Apa bedanya dengan di Jakarta?

Beda sekali.

Di Jakarta kan bisa bebas semaumu?

Ya, tapi suasananya lain.

Suasana apa?

Suasana hati. Aku ingin menyendiri.

Bukannya di Jakarta kamu hidup sendiri?

Jakarta itu untuk kerja saja, tidak untuk menikmati hidup. Singkatnya, aku sekedar melarikan diri saja datang ke sini.

Punya masalah?

Tidak juga. Ya itu tadi, perasaan bosan. Bosan dengan rutinitas dan situasi Jakarta.

Sejak kapan kamu datang ke sini?

Sejak Jumat malam. Sepulang kantor aku langsung ke airport, mengejar pesawat terakhir ke kota ini. Rasanya bisa lepas dari beban rutinitas yang selalu ada setiap hari. Sesampai di bandara aku merasa menemukan dunia lain. Sesampai di kota ini aku menemukan bahagia yang lain.

Apakah kamu tidak bahagia selama ini?

Bahagia. Tapi aku ingin rasa bahagia itu bertambah setiap hari.

Apa ukuran bahagia menurut kamu?

Saat ini, ukurannya adalah di saat aku jauh dari pikiran pekerjaan, keruwetan hidup di kota metropolitan dan jauh dari suasana kamar yang berantakan hahaha.. eh, udah dulu ya. Aku mau bersahur dulu.

Tunggu dulu, satu pertanyaan lagi. Kenapa memilih Yogya?

Sudah lama aku tidak kesini. Tadinya akan bertemu seseorang. Tapi kita hanya bertemu pada tiga minggu lalu pada pertama kali datang ke kota ini setelah kurang lebih lima tahun yang lalu.

Siapa dia?

Teman baru. Aku senang bertemu dengan orang-orang baru dan kemudian menjadi teman.

Ohhh.. bukan kekasih?

Hahhh? Ngaco! Kan baru pertama kali bertemu.. udah ah, aku makan dulu.

Ya sudah, selamat makan ya. Nanti boleh lanjut lagi kan?

Sip. Boleh kalau aku belum ngantuk..

*****

Bagaimana hidangan sahurnya?

Lumayan enak. Gulai ayamnya enak, tapi sayang kuah gulainya sedikit.

Bisa dilanjutkan lagi?

Boleh.

Belum ngantuk?

Kalaupun ngantuk, masa aku langsung tidur dengan perut kenyang begini? Hehehe..

Hehehehe..

Wah, sebentar ya. Ada sms!

Oke.

Oh ya, sampe di mana ya tadi?

Itu lho, teman baru. Kemana dia?

Minggu lalu aku datang tapi dia sakit dan kita tidak sempat bertemu. Ternyata sekarang dia masih sakit.

Sudah ketemu dia, dong?

Belum. Aku lupa apa sempat kabari dia mengenai kedatanganku kali ini. Kalau iya, mungkin dia lupa. Kemarin aku telepon dia. Dia gak sadar kalau dari pembicaraan kemarin aku mengirim sinyal kalau ada di kotanya. Dia menerima telepon saat sedang memesan sate kambing buat sahur. Mungkin itu penyebab dia tidak menerima sinyal dari aku.

Kenapa tidak berterusterang aja?

Karena tahu dia masih sakit, aku jadi gak tega merepotkannya.

Kan kasi kabar aja kan gak apa-apa?

Aku gak mau dia terbebani. Lagipula, tidak bertemu dia gak menjadi masalah. Aku bisa ke mana-mana sendiri

Kembali ke topik yang lain kalau begitu. Apa rencana jangka pendek kamu?

Mikirin strategi penyelesaian sekolah sambil siap-siap pulang kampung, mudik lebaran!

Sekolah?

Iya. Tapi aku gak mau kamu nanya-nanya yang itu. Yang lain aja.

Oke deh.

Tapi aku mau bersih-bersih dulu, mau gosok gigi. Sebentar lagi imsak. Kita sambung besok aja ya?

Oh iya. Deal! Kita sambung besok. Jangan kelamaan tidur ya, nanti ketinggalan pesawat lho. Besok kembali ke Jakarta kan?

Iya, tapi pesawatnya jam enam sore kok. Gak mungkin aku tidur selama dan sekejam itu hahaha.

Hahaha.. bener juga. Selamat berpuasa ya!

Selamat berpuasa juga!

****

Interview Siang

Hey, sudah bangun?

Iya, tapi aku belum mandi. Jam segini paling enak untuk bermalas-malasan. Biasanya kalau di rumah, saya akan menonton televisi sambil membaca koran pagi.

Oh ya, tadi subuh sempat bilang kalau ini kedatangan untuk ketiga kalinya secara beruntun di kota ini, benar?

Iya. Yang pertama, dua minggu sebelum puasa. Yang kedua, minggu pertama puasa. Dan sekarang, puasa sudah di minggu kedua. Semuanya saya lakukan di akhir pekan.

Wah, nyaris setiap akhir pekan dong kamu ke sini?

Ya begitulah. Kenapa, ada masalah? Hahaha..

Aku gak bisa bayangkan, terbang ke sini hampir setiap akhir pekan. Datang jumat malam dan pulang minggu malam. Senang jalan-jalan ya?

Senang banget! Kalau bisa aku mau hidup untuk jalan-jalan aja, gak usah cari duit hahaha.

Yk,  230907

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s