Banda Aceh

Akhirnya, saya berkunjung ke Aceh juga. Aceh adalah salah satu target kunjungan saya sejak lama. Target itu tercapai di Mei 2009. Kesan pertama sudah ada sejak pesawat akan mendarat di kota Banda Aceh. Dari jendela pesawat, saya melihat banyak sekali benda bulat kecil yang berkilau seperti mutiara. Dan ternyata itu adalah kubah-kubah mesjid! Sesaat sebelum pesawat menyentuh landasan, saya melihat sebuah bangunan megah serupa mesjid dengan kubah-kubah hijau yang indah. Itu adalah bandara yang baru dibangun. Saya berpikir pesawat akan landing di halaman mesjid hehehe..

Saya berkunjung ke PLTDA Apung 1, sebuah kapal yang monumental setelah tragedi tsunami. Saya terus berpikir betapa dahsyatnya tsunami yang dapat memindahkan kapal sebesar itu dari pantai ke tengah pemukiman! Jangan lupa untuk mampir ke restoran Sop Sum-sum Langsa yang terkenal itu. Walaupun tidak terlalu suka daging, apalagi sum-sumnya, tapi saya nekat untuk mencoba.

Saat malam, berkunjunglah ke kedai-kadai kopi di sepanjang Sungai Aceh atau Krueng Aceh. Alamak, kopinya enak sekali! Saya sampai malu menghabiskan dua gelas besar kopi Aceh.

Sehari di Banda Aceh, saya bersiap menyeberang ke Pulang Weh Sabang. Pantai di pelabuhan penyeberangannya indah sekali dengan laut yang biru kehijauan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s