Onyo dan Sang Kyai

Suatu hari Onyo (O) bertemu dengan seorang Kyai (K):

(O): Pak Kyai, apakah Bapak termasuk Islam Liberal, Moderat atau Garis Keras?
(K): Ah, saya tidak termasuk golongan manapun itu. Saya gak ngerti.

(O): Lho, kan ada istilah-istilah seperti itu?
(K): Ya itu, itu semua hanyalah istilah. Sejak saya belajar agama, tidak ada jenis-jenis Islam seperti itu. Itu hanyalah gaya beorganisasi, ada yang vokal, ada yang biasa aja dan ada yang cuek sama sekali.

(O): Saya pernah membaca tentang Santri Kiri. Apa maksudnya? Lantas, pesantren Pak Kyai termasuk arah yang mana?
(K): Itu juga hanya istilah aja. Kalau yang vokal katanya dibilang “kiri”. Dalam Islam tidak ada yang diajarkan begitu. Itu sekali lagi hanya gaya organisasi dan bentuk penyampaian aspirasi. Saya malah gak ngerti pesantren saya ini Kiri, Kanan, Atas, Bawah, Depan apa Belakang.. Kok seperti plang penunjuk jalan aja.

(O): Ada komunitas yang dengan terus terang menyatakan mereka adalah Santri Kiri lho..
(K): Ya, saya tahu itu dan tidak masalah sepanjang berprinsip mengungkapkan pendapat dengan landasan yang kuat dan disampaikan dengan baik. Yang menjadi masalah adalah seperti pertanyaan Nak Onyo tadi, kalau mereka mengaku kiri, saya bingung kalau ditanya arahnya ke mana. Asal nanti jangan ada Santri Miring aja hehehe..

(O): (Ikut tertawa..)

***
Maleber, Cianjur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s