Tuhan Onyo dan Kupu-Kupu

Suatu malam sebelum tidur, seekor kupu-kupu hinggap di lampu kamar Onyo.
Kupu-kupu itu berwarna coklat, entah dari mana. Onyo berusaha mengusirnya karena lampu akan segera dimatikan. Kasihan juga kalau lampu dimatikan, kupu-kupu itu mungkin akan mati dalam kegelapan, pikir Onyo. Tapi kupu-kupu itu tak bergeming, hanya berlari memutar sebentar dan kembali lagi ke lampu. Padahal pintu kamar telah dibuka agar ia bisa berpindah ke ruang tengah yang lampunya akan dibiarkan tetap menyala.

Onyopun berpikir, apakah kupu-kupu itu membawa pesan dari Tuhan? Sudah berbulan-bulan terakhir ini Onyo terus berdoa meminta pertolongan Tuhan namun belum ada tanda-tanda doanya dikabulkan. Jadilah malam itu Onyo menunda tidurnya dan bertanya kepada sang kupu-kupu dengan beberapa pertanyaan:

“Hai kau kupu-kupu coklat, adakah kamu membawa pesan dari Tuhanku dan Tuhanmu?”
“Kalau iya, berikan aku tandanya. Jangan termangu saja di lampu yang panas itu. Ayo kepakkan sayapmu atau terbanglah ke arahku.”
Kupu-kupu itu tetap tak bergerak.

“Hai kau kupu-kupu coklat, aku sedang dicoba oleh Tuhan kita. Terbanglah ke arahku, kau akan melihat wajahku yang penuh risau dan tertekan.”
“Aku tahu Tuhan kita sangat marah kepadaku. Aku telah membuat kesalahan besar dan bodoh. Katakan pada Tuhan kita aku mohon ampun dan telah aku ucapkan berkali-kali di setiap sujud sholatku.”
Kupu-kupu itu tetap tak bergerak.

“Hai kupu-kupu coklat, katakan pada Tuhan kita bahwa aku malu sekali. Malu karena aku selalu kembali padaNya saat aku susah dengan sekarung maaf dan permintaan.”
“Tolong sampaikan pada Tuhan kita, aku bingung tapi aku berusaha tegar dengan selalu memujiNya.”
Kupu-kupu itu masih tetap menempel di lampu.

Onyo terus bertanya hingga ke ujung malam. Lelah bertanya membuat Onyo jatuh tertidur pulas tak sengaja. Pagi hari saat adzan subuh memanggil, Onyo tebangun kaget. Lampu masih terang menyala. Si kupu-kupu coklat itu tidak ada lagi di seantero kamar. Ah, sudahlah.. Mungkin kupu-kupu itu telah pergi. Tak perlu ia pamit padaku karena ia akan terbang menemui Tuhanku untuk melaporkan kejadian tadi malam.

Onyo pergi ke jamban. Mengambil air wudhu dan sholat subuh seperti biasa. Seperti sebelumnya, Onyopun kembali memohon ampun dan meminta pertolongan Tuhannya dan Tuhan si kupu-kupu coklat tadi malam..

***
Senja di Maleber Cianjur

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s