Nenek Kebelet Pipis

Sebuah mobil travel L-300 dengan 9 orang penumpang jurusan Cianjur-Jakarta, tersebutlah Onyo sebagai salah satu penumpangnya. Bintang utama dalam cerita perjalanan ini adalah seorang nenek yang duduk di pojok jendela barisan tengah ditemani seorang cucu laki-laki beserta istrinya. Setelah melewati kemacetan jalur Puncak, mobil meluncur di jalan tol yang padat merayap. Tiba-tiba Sang Nenek membuat gempar seisi mobil.

Nenek (N): “Aduuuh..kebelet pipis nih. Gak tahan..”
Cucu (A): “Waduh, ini udah di tol. Tadi berhenti istirahat kok gak kencing, Nek?”
N: “Tadi kan belum kepengen… Aduuuh.. udah gak tahan. Nahan kencing begini kok seperti mau melahirkan. Aduuuhh..nih perut Nenek kalo ditekan pasti pipisnya keluar.. Aduuuh”
A: “Kang Sopir, nanti pintu tolnya masih jauh gak? Nanti berhenti sebentar ya! Maaf ngerepotin..”
Sopir (S): “Aduh, pintunya masih jauh. Kita masih di tengah-tengah tol nih. Tahan sebentar ya”.

Perjalanan terus dilanjutkan. Mobil meluncur kesetanan dalam gerimis dan kegelapan malam. Salib kiri-kanan dan bahkan berkali-kali melewati bahu jalan. Semua penumpang terbangun dan ikut prihatin meminta Sang Nenek yang malang ini untuk bersabar. Nenek terus meringis pilu-ngilu..

N: “Shhh…shhhh… aduuuh… Masih jauh gak? Itu ada lampu yang bererot di depan bukannya pintu tol?”
S: “Bukan, Nek.. Tahan sebentar, saya kebut!”
N: “Aduuuh..udah gak tahan, Nenek udah pengen kencing di celana nih.”
Penumpang: Gempar! Antara menahan tawa, prihatin dan sulit membayangkan jika Nenek benar kencing dalam mobil. Oyo yang duduk persis di belakang kursi Nenek tak bisa membayangkan akan mencium bau pesing dalam sisa perjalanan ke Jakarta.
A: “Kang Sopir, udah berhenti di sini aja!”
S: “Okey!”

Seketika mobil berbelok ke kiri dengan cepat dan berhenti. Anak Sang Nenek langsung sigap membuka pintu kiri. Istri dari anak Sang Nenek langsung menuntunnya untuk turun dengan tergopoh-gopoh sambil terus Sang Nenek meringis.

Penumpang Depan: “Ayo cepat. Hati-hati ya!”
Onyo: “Awas kepalanya, Nek!”
A: “Nek, kencingnya jauhan dikit”.
N: “Bodoooooo..di sini aja, udah cipirit(menetes)!” Cresssssss….

Dan dalam kegelapan malam, Nenek kencing tepat di bawah pintu mobil! Suara air kencing yang mengalir liar itu mengalahkan suara gerimis di luar. Meledaklah tawa semua penumpang! Bwahahahaha…

Moral of the story: Dalam perjalanan, apalagi disertai dengan kemacetan, berusahalah untuk kencing. Paksakan bila perlu! Apalagi dalam kendaraan umum dan membawa nenek-nenek pula..

Advertisements

12 thoughts on “Nenek Kebelet Pipis

  1. @fulblogger: seandainya ada videonya..kasihan banget memang lihat nenek itu meringis-pilu-ngilu sepanjang jalan sambil ada background seluruh penumpang yang nahan ketawa hahahaha..

  2. ibuku sama persis seperti nenek itu.. susah untuk menahan buang air kecil. Bisa di pahami karena mungkin faktor usia dan kesehatan.. jadi saya kl bertemu dengan kasus yang sama saya maklum.. kl ada penumpang lain yg ngomel krn harus berhenti untuk itu… lempar saja penumpang itu keluar .. hahhaha…

    salam kenal

    1. Nanti saat telah menjadi penulis handal dan punya waktu, tolong buatkan skenarionya ya adik manis..

      Persiapan kalau ada produser yg tertarik dengan kisah ini hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s