KA Parahyangan Tinggal Kenangan

Rencananya, besok tanggal 27 April 2010 adalah perjalanan terakhir KA Parahyangan Jakarta-Bandung. Bagi mereka yang pernah atau dulunya sering menggunakan tansportasi ini tentunya terpukul. Memang masih ada KA Argo Gede yang menjalani rute ini tapi KA Parahyangan telah berpuluh tahun mendapat tempat di hati para penumpang yang akan sedih ketika nama kereta ini terhapus. Menurut Kompas (25/04/10), okupansi penumpang menurun drastis setelah dibukanya Tol Cipularang sehingga merugi Rp 36 Miliar per tahun!

Bebagai komentar bermunculan di media cetak, elektronik dan social networking semacam Facebook dan Twitter. Mulai dari menyayangkan penghentian operasi hingga berbagai kenangan di saat kereta ini menjadi andalan. Teman saya di Twitter dengan segala kesedihan mengenang kembali saat sering menggunakan kereta ini sewaktu kuliah di Bandung pada era tahun 90-an. Sayapun memiliki kenangan yang sama. Menggunakan kereta ini adalah satu ‘kemewahan’ dan kesenangan luar biasa, entah saat di kelas bisnis maupun eksekutif.

Masih kuat diingatan saya ritual saat harus membalik (kelas bisnis) atau memutar (kelas eksekutif) posisi kursi. Masih ingat juga dengan gosip jangan memesan nasi goreng yang katanya sering didaur ulang dari mengumpulkan kembali sisa-sisa pesanan orang (hahahaha..). Saya masih ingat dengan seorang teman yang sangat bangga mengoleksi semua tiket hingga setebal bantal. Saya juga masih ingat kisah sedih tiket hangus karena ketinggalan kereta hanya karena saya dan sepupu salah apron dan menunggu di kereta yang salah..

Selain kenangan-kenangan tersebut, banyak yang mengkritisi PTKA yang kurang kreatif dalam mengelola bisnisnya. Saya juga sangat menyayangkan jika hal ini akan terjadi pada BUMN lainnya. Perubahan terjadi di setiap kurun waktu. Teknologi semakin canggih dan orang akan semakin menuntut kepraktisan dan keekonomisan. Kalau tidak kreatif, bukan tidak mungkin BUMN yang lain akan menyusul mati gaya. PT Pos dan PT Telkom misalnya.

Saya heran, kenapa PTKA tidak antisipatif hal ini jauh atau tepat pada saat Tol Cipularag dibuka? Kenapa setelah merugikan uang negara (juga uang rakyat, tentunya) hingga puluhan miliar baru meninjau kembali operasional KA Parahyangan? Apa saja kerja orang-orang hebat di sana sehingga sense of business-nya ‘kurang jalan’?

Kalau saya berandai-andai (ini memang paling enak dan mudah hehehe), sebelum Tol Cipularang dibuka, kurangi saja jadwalnya. Tidak semua orang mampu membeli tiket KA Argo Gede sehingga kereta ini harus dipertahankan. Dari segi waktu tempuh, mending menggunakan travel yang sekarang banyak tersedia dengan pelayanan yang lebih bagus. Setelah dikurangi, fokuskan menjadi kereta wisata. Menurunkan harga tiket seperti yang telah dilakukan terbukti tidak merangsang penumpang. Buat paket wisata yang telah tergabung dengan harga tiket. Pilihannya bisa banyak di Bandung, mulai wisata alam, kuliner, belanja atau gabungan semuanya. PTKA tinggal bekerjasama dengan penyedia jasa transportasi lainnya seperti saudaranya PT Damri atau pihak swatsa lainnya. Kalau takut biaya operasional tidak tertutup, ya tinggal cermat berhitung bisnis dengan partner seperti, Factory Outlet, Restoran, hotel dan pengelola tempat wisata.

Satu hal yang menjadi momok di Kota Bandung adalah transportasi setelah tiba di Stasiun Bandung. Kenapa tidak menyediakan feeder untuk menuju shuttle ke berbagai area. Lihat saja betapa penumpang sangat terbantu dengan sistem yang digunakan berbagai biro perjalanan ini. Bandung semakin macet dan dengan menggunakan angkutan umum akan sangat menghabiskan waktu. Pilihan taksipun sedikit dan sangat mahal. Ingat, Bandung adalah kota tempat orang melakukan pelarian di saat akhir pekan. Dengan waktu yang singkat ini orang akan sangat menghargai waktu.

Ah, seandainya saja ada petinggi PTKA yang membaca blog ini dan mengadopsi ide sederhana saya ini, dengan senang hati saya akan ikutan urun rembuk. Jangan sampai KA Argo Gede akan mengalami hal yang sama, meuni karunya pisan euy!

Advertisements

2 thoughts on “KA Parahyangan Tinggal Kenangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s