@fiksimini Mei 2010

Tema : Pantai

Ratusan turis di Bali kecewa. Pantai Kuta sedang berlibur di Danau Toba.

Angin bertiup kencang, ombak semakin ganas. Pantai mengungsi ke bukit.

Tema : Pesan

Tak perlu lagi membawa gulungan kertas. Merpati itu sudah punya HP.

Nafsu mengirim pesan yg sama. Semalam suntuk, kami bertukar pesan di ranjang.

Nona, mendekatlah! Pesan ini terlalu rahasia, hanya bisa ditransfer lewat ciuman.

Tema : Pembunuh

Pelanggan dibunuh gara2 menolak pake kondom?|Pak Polisi gimenong sih? Drpd eike metong kena AIDS? Yuuuk! jwb waria itu ketus.

Lapor komandan, Pembunuh telah ditangkap tapi Korban masih dicari!

Tiba2 tokoh Pembunuh muncul di hal. 69 naskahnya. Penulis itu langsung keringat dingin, tokoh Polisi belum ada!

Cukup sebut saja nama, pekerjaan dan aibnya. Kami pembunuh bayaran spesialis karakter terpercaya.

Saat sepi order, ia magang di rumah jagal. Pembunuh bayaran itu takut naluri bengisnya menumpul.

Tema : Wasit

Wasit itu bete setiap tangannya menyentuh dada pacarnya. “Kamu Handsball, Mas!”

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ayahnya wasit tinju, anaknya piawai jadi wasit adu jangkrik.

“Eh, siapa tuh yg larinya lincah?”|”Itu wasit, bodoh!”

Puluhan tahun menjadi wasit, bersiulpun bunyi peluit.

Terlalu banyak pelanggaran, wasit radang tenggorokan.

Tema : Culik

“Kenapa kamu menculik??!”|”Emak ingin naik haji..”

Tema : Ibu Tiri

“Jangankan Ibu Tiri, Ibu Kandungpun aku tak punya..” keluh anak kunci.

Tadi malam Ayah kepergok Hansip dan warga. Pagi ini kami punya Ibu Tiri.

Tema : Lurus

Kekasihku orangnya lurus. Ya, cintanya berbanding lurus dengan dompetku.

Tema : Asli

Pernikahan kami palsu tapi perkawinan kami ASLI.

Tema : Masa Lalu

Tak ada yg kubawa dari masa lalu selain sepasang sayapmu. Dulu, kamu bidadariku.

Masa Lalu dan Masa Depan bertukar cerita. Aku ketakutan. Semoga mereka tidak sekongkol bertukar tempat.

Tema : Mirip

Wajah Ayah dan Kakek tidak mirip sama sekali. Selama ini mereka saling membenci. Itu satu2nya kemiripan mereka.

Tema : Kejepit

Penari itu kewalahan. Penonton berebut menjepitkan lembaran uang. Padahal, kutangnya sdh jebol.

Istriku risau. Semakin hari semakin banyak kulit yg saling menjepit di wajahnya.

“Awww! Jangan pake gigit dong!”|” Maaf, itu tadi cuma kejepit di antara dua gigiku.”

Bahkan, seekor Kupu-kupupun bisa kejepit sayapnya sendiri..

Berkali-kali aku menyerah. Tapi tolong, lepaskan. Hatimu menjepitku terlalu kencang!

Polisi tak dpt menemukan motif kematiannya. Tapi semua tetangga tahu, bertahun2 ia kejepit kemiskinan.

Tema : Mati Kutu

Kali ini penipu itu mati kutu, korbannya bisa sihir. Ia dikutuk menjadi kutu dan benar2 mati sebagai KUTU.

Sudah mati kutu tapi tak mau mengaku. Semua kata bohongnya termuntahkan menjadi ribuan belatung.

Lolos dari kejaran warga, kali ini pencopet mati kutu. Di ujung gang, ia tlh ditunggu malaikat pencabut nyawa.

Tema : Ngotot

Saat Purnama, ia ngotot menjadi manusia serigala. Saking ngotot, ia lupa harus melonglong, bukan berkotek.

Tak ada lagi cermin yang utuh di Istana. Sang Ratu buruk rupa selalu ngotot dia yg tercantik.

t! @oddie__ “Don’t call it a Mistake, call it an Education”(TAE)

Advertisements

7 thoughts on “@fiksimini Mei 2010

      1. Tanya lagi boleh ya? Bagaimana dengan alur? Saya lihat semua fiksimini mas Oddie memiliki alur yang simple dan saling menyambung. Sebab ada juga fiksimini yang menjelaskan cerita patah-patah dan lebih mengutamakan twist.

      2. Kalau sekarang saya lebih terpukau pada fiksimini yang bercerita. Artinya, jangan terlalu singkat. Suasana perlu dibangun dalam sesingkat apapun ruang yg tersedia.
        Twist itu perlu, tetapi tidak harus meledak-ledak. Kesan yang yg kuat, walau sederhana, bisa membentur sehebat ledak twist.
        Fiksimini Agus Noor adalah contoh paling sempurna. Yaeyyalah doi maestro hehehe

      3. Nah itu yang sedang saya pelajari. Tapi selalu mentok dalam menciptakan suasana. Saya suka fiksimini bergaya cerita, misterinya lebih kena dan ada kepuasan disana. Saya harus banyak belajar lagi dalam menciptakan fiksimini yang mengedepankan “suasana” daripada twist nih. Makasih atas masukannya mas Oddie. :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s