Lelaki Tua Menunggu Keajaiban

Sore yang mendung, seorang lelaki tua termenung di sudut terasnya. Sebatang kretek ia hisap perlahan-lahan. Nafasnya beradu kepulan asap. Tatapannya menggantung sayu. Yang pasti, ia memutar kembali perjalanan hidup di masa lalu. Berulang setiap sore, ia mencumbu kenangan-kenangan. Memang pahit, tapi itu yang telah tertelan di hidupnya.

Ia masih ingat ketika harus divonis 15 tahun penjara saat terbukti bersekongkol dengan atasan menggelapkan uang perusahaan. Suatu peristiwa yang selalu ia sesali yang membawa hidupnya tersungkur di lembah yang paling dalam. Suatu kesalahan yang tidak sepenuhnya menjadi bebannya namun takdir tidak memihak padanya. Ada kekuatan yang lebih besar dibanding jabatannya yang hanya pegawai menengah.

Kesalahan tetaplah sebuah kesalahan walaupun ia tidak sepenuhnya terlibat. Kepolosannya berhasil dilumat habis oleh kemunafikan dan penghianatan. Padahal, ia hanya ingin memperbaiki nasib yang akhirnya membawa ia ditinggalkan istri dan ketiga anaknya. Ia kini seorang diri, menyewa rumah tua kecil sambil mencari makan menyambung hidup. Tak ada lagi yang tersisa.

Keluarga dan harta hilang tak berbekas namun ia menemukan keajaiban-keajaiban hidup yang lainnya. Tuhan memang maha mengatur dengan seadil-adilnya. Kesendirian dan kejatuhan justru membuat ia menjadi dekat dengan Tuhan. Sejengkal demi sejengkal. Sebuah keajaiban yang membalikkan keadaan dalam sekejap saat dulu jarak bagai ribuah tahun untuk menyapa Tuhan.

Keajaiban kemudian datang beruntun walau pelan-pelan. Selembar uang ribuan bahkan sekeping koin ratusan perak pun menjadi sangat berarti namun indah untuk disyukuri. Sesuap nasi menjadi begitu nikmat dan sangat berharga untuk tetap kenyang dan tertidur pulas. Ia pun tak merasa harus tertekan mengejar waktu detik demi detik persis seperti dulu ia sibuk bekerja.

Hidupnya adalah menunggu keajaiban-keajaiban lain yang masih disembunyikan Tuhan. Ia masih terus berharap bahwa kesalahannya tidak akan membuat patah semangat dan bumi berhenti berputar untuknya. Ia selalu bersyukur, kejatuhan ini adalah cara Tuhan yang paling bijaksana dan tak henti berterima kasih untuk itu.

Cara Tuhan memang misteri dan pertolongannya selalu tiba tepat waktu..


Coretan Pojok

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s