@fiksimini Juli 2010

TGIF, Thank God It’s Fiksimini

Tema : Karnaval

USAI. Sepulang karnaval, anakku bertambah satu.

TAK LAKU. Karnaval usai. Gerobak akan segera ditutup. Dua gulali terengah saling jilat.

Kuda betina berlenggok genit. Karnaval belum jg mulai. Saatnya menjerat lirik nakal si Raja Hutan.

INSPIRASI. Berbaris rapih, tersenyum sesekali melambai. Sejam berlalu, pawai kata menyusun puisi pagi.

Tema : Kemarin

Kemarin tak pernah iri. “Ah, hari-hari berikutnya juga akan sama nasibnya denganku.”

TOBAT. Ia mencari doa pencahar dosa. Segumpal kesalahan telah tertelan kemarin malam.

TAMAN. Secuil cerita telah tertinggal kemarin. Seseorang tak mau jadikan ia kenangan.

NERAKA. Kemarin ditutup karena renovasi. Ratusan roh terpaksa mengantri jadwal pembakaran.

ARAK OPLOSAN. Ia menyelinap sempoyongan ke hari kemarin. Mengulang, agar mati terhormat.

Kemarin, tatapanku tergelincir di lekuk tubuhnya. Siang ini wanginya lekat di tubuhku.

TELAT. Ibu menyimpannya terlalu lama. Kemarin, kakakku akhirnya lahir juga.

Tema : Judi

PEPATAH JUDI. “Lempar dadu sembunyi dari patroli.”

Tema : Basah

TERBUANG. Mulut kecil itu terus menangis di dalam kardus. Ia tak tahu bgm mengetuk pintu.

BANJIR. Sawah disapu bandang. Panen hanya mimpi. Tersisa Ibu yg terus memetik air matanya.

AYAH. Lelaki tua itu pulang. Kuyup. Dari peluhnya, semua cita-cita kami terjaga agar tak kering.

TETANGGA CANTIK. Kasihan Mella, badannya pasti sering masuk angin. Tiap malam kubasahi dia di mimpiku.

Tema : Dongeng

INTIP. “Aduh, kok kepalaku ditoyor sih Cinderella?”|”Pangeran, please deh, jgn lihat ke atas!”

DAPUR Ibu hancur, berantakan. Bawang Putih dan Bawang Merah saling toyor

KAGET. Arief terbangun. Kumisnya telah tumbuh! Yg ia ingat, Ibunya mendongeng Kisah 1001 Malam.

PIKUN. Seisi kelas tertidur. Diktat yang dibaca Profesor gaek itu ternyata buku dongeng.

DENDAM. Kesal, Bidadari merampas sarung Jaka Tarub. Srettt! “Oh Timun Mas, ngapain kamu di situ?”

KONVOI PEJABAT. Geger. Di jalan, Patwal dan mobil berubah menjadi Tikus dan Semangka.

“HAPPP!” Putri Salju raib tertelan. Mohon maaf lahir dan batin.

RAPAT DEWAN. “Ma, itu yg di TV dongeng apa?” Upik terpesona. Mudah sekali mereka pulas dengan damai.

SANGKURIANG. Semenjak cinta sejatinya gagal, ia tak mau lagi makan ayam.

Tema : Mata

MALAIKAT. Tatapan kami beradu tajam. Semakin dekat, baru aku tahu dia akan menjemputku.

PANDANG PERTAMA. Aku jarang langsung jatuh cinta. Kedua mataku tak pernah kompak menilai. Nasib.

Tema : Rencana

PASRAH.”Gimana, Plan A atau Plan B?”|”Terserah..yg penting pelan-pelan dan asik.”

Semua telah tersusun rapih. Kupanggang rencanaku dengan DOA agar cepat matang.

HUKUM MATI “Eh, kpn kamu mau dikuburkan?”|”Nanti siang, tapi jam segini algojo blm datang juga. Payah!”

GAGAL. Kematiannya batal. Malaikat tidak berhasil melepas simpul nyawanya.

DEWAN. Bicaranya lantang, mulutpun menganga. Tak sadar, puluhan rencananya sering tertelan sendiri.

PLAYBOY CAP GAYUNG “Apa rencanamu hari ini, Mas?”|”Mencintaimu..”

Tema : Siang

Siang belum juga datang. Pantas saja, matahari masih lelap merangkulku.

AYAM tak sengaja berkotek tengah malam. Bulan tewas tertabrak matahari.

TELAT. Bangun kesiangan, kiamat sudah lewat

DUA CELANA saling meremas. Panik. Tak kunjung kering di tali jemuran. Dua jam lagi siang ditelan senja.

IBU. Pelukannya meredam lapar dan gigil. Mungkin Tuhan menciptanya di siang hari.

Tema : Diam

RINDU BERAT. Kami terdiam. Tak menunggu lama, nafas kami telah bertukar cerita.

INAH. “Tuan, saya hamil.”|”Ssst..! Besok kamu mati..”

MANUSIA TERAKHIR. Tugasnya selesai. Malaikat terdiam. Mendadak pengangguran.

Tema : Pujangga

“Kakekku angkatan Pujangga Lama. Kamu?”|”Pujangga 140 Karakter.”

Ia hanya tahu indahnya Fajar, Senja dan Malam. Saat Siang, judul puisinya selalu sama ‘TIDUR’.

“Pengadilan memutuskan, sewindu hidupmu sesap di balik jeluji!” Hakim mantan Pujangga.

“Dulu kau bilang aku spt Rembulanmu. Skrg kau hancurkan aku spt Rempeyek!”

Tema : Tiba-tiba

Baru saja ijab kabul, mempelai wanita pecah ketuban.

“PAPAAA!!” | “Heh, kecoa sialan!”

Tema : Peta

“Ngapain pake peta? Mataku aja tertutup begini. Cukup tarik tali kekang dan cambuk aku, dijamin tiba di tujuan.”

Adam tak pernah menyangka, sebiji apel adalah petanya menuju bumi.

“Mas, kapan mulainya??” | “Sabar dong, gelap begini susah baca peta.”

Ijah hamil. Tukang sayur telah menguasai peta seluk beluk menuju harta karunnya.

Saat pindah ke rumah baru, Ayah membuat 2 peta rahasia. 1 ke WC dan 1 ke dapur.

Menurun empat huruf : Kar.

Aku menyiapkan tongkat dan kaca mata hitam. Hari ini ujian akhir PETA BUTA.

Tema : Janji

Belasan janji berkeliaran di taman kota. Kebanyakan sudah yatim piatu.

Ratusan orang kehilangan tempat tinggal. Rumahnya tergusur janji pemerintah.

“Percaya deh, tidak sakit kok.”|”Benar ya? Janji ya..??”|”Cluppp!”|”Arggggh!”

Tema : Bosan

“Dok, resepnya mana?”|”Tadi barusan aku kirim lewat DM.”

“PLAKK!!”|”Kok pake kaki?”|”Sekali2 boleh dong..”

“Masih lama lagi ya?”| “Sebentar… Kepalamu belum dikafani.”

“Normal, udah. Caesar, udh. Dok, skrg lewat mulut aja, deh.”

Tema : Penting

Mana yg lebih penting, Ayah atau Ibu? Krn bingung, aku membunuh simalakama.

Setelah mencabut nyawa, malaikat mengambil organ hatiku. “Nah ini dia yang paling penting..”

Tema : Desakan

Fajar mendesak datang. Embun dipatuk ayam.

“Tolong jangan desak gue mengucafkan huruf “fe”, fercuma! Lu fikir enak kena sariawan?”

Terdesak untuk memilih, hati dan otak berperang. Tubuhku meledak kena granat.

Pasar penuh berdesakan. Inem pulang tanpa pantat.

Antrian terlalu ramai berdesakan. Pencopet pulang, nyalinya keburu dicopet orang.

Pangeran terdesak mencium. Dengkuran Putri Salju memancing beruang kutub.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s