Hujan Malam

Malam ini hujan tak lagi datang melukis tanah. Seharusnya banyak hujan bulan ini. Seperti tahun-tahun lalu, kota ini akan penuh linangan hujan.

Hujan tak lagi datang malam ini, meratapi telinga jendela-jendela yang terlipat rapat. Mungkin ia mengirit ratap untuk malam yang lain, atau lelah meneteskan kesedihan langit.

Semestinya ia datang untuk menimang mata-mata yang sulit pejam. Semestinya ia datang untuk melempar tubuh-tubuh ke dalam pelukan selimut. Tapi hujan mungkin sedang sibuk di langit, dan terlupa janjinya pada tanah.

Lihatlah pada tanah, pada malam, pada tubuh dan mata-mata yang semuanya kering di malam yang tak mengerti apa-apa. Hujan tak lagi datang malam ini. Kita menanti dengan kering hingga pagi.

***
Karbela, 16 Februari 2011, 03:00 dini hari.

Posted with WordPress for BlackBerry.

Advertisements

2 thoughts on “Hujan Malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s