Tercelup Bersama Rindu-rindunya

Kawan,
Kuceritakan padamu apa yang kupikirkan sekarang
Semua tentang Ayah
Aku sedikit bercuriga
Mungkin Ayahku diam-diam telah melompat ke rimba kepalaku
Atau mungkin Ayahku hanya berjalan menyusur tepi pikiranku
Tersebab ia membopong rindu seberat karung beras maka mungkin ia terjerembab
Tak sengaja jatuh ke kepalaku dan jadilah ingatanku berputar tentangnya

Kawan,
Beberapa bulan terakhir ini aku ingin sekali banyak menulis
Sajak atau cerita yang semuanya tentang Ayah
Ia bagai tercelup di kepalaku bersama semua rindu-rindunya
Betapa aku sulit mengingat hal lain
Betapa rindunya bertalu-talu di kepalaku

Kawan,
Aku belum juga menulis sehelai sajak ataupun seronceng kata menjadi cerita
Banyak kata yang kujaring
Banyak kejadian yang ingin kuceritakan
Tapi sungguh, kunikmati dulu rindunya.

***
Jakarta, 11 Mei 2011, 22:57

Dituliskan dari Kotak Ajaibku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s