Pagi Berduri

lihatlah pada nganga jendela
Tuan-tuan menyayat nyenyak kami
pagi telah datang menumpukkan lapar
sesak sudah rumah kami
:kardus-kardus bekas perabot tuan-tuan

sekiranya bisa meminta
melambatlah, duhai malam
jangan bangunkan lapar
pagi yang menakutkan
berlumur duri menusuk tulang
beri sampahmu, tuan-tuan
itu sarapan kami
demi lapar yang tak mengenal usai
pada setiap pagi

yang berduri

uri

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s