Ide Cerita

Betapa sering saya ditanya, Bagaimana menjaring ide cerita? Mungkin sesering itu pulalah ide-ide bermunculan di kepala saya.

Terus terang, dalam menulis, saya tidak pernah kering ide. Ada saja hal yang menggelitik untuk dijadikan cerita. Beruntungkah saya? Tidak juga. Itu hal biasa yang tidak perlu dibesar-besarkan.

Justru, orang yang dapat segera mengeksekusi ide menjadi sebuah cerita adalah orang yang paling beruntung. Inilah masalah pentingnya. Ide, bukan sekedar mudah-susah menjaringnya melainkan bagaimana ide itu akan menjadi jiwa yang selanjutnya menghidupkan rangkaian cerita dalam sebuah tulisan.

Menurut saya, ide itu ada di mana-mana. Tidak perlu dicari-cari dengan segenap kekuatan pikiran. Ide itu dekat dengan kelima indera, dan kadang sudah tersedia dalam ‘rasa’ yang kita punyai.

Ide kadang datang begitu saja dalam situasi tak terduga. Tapi pengalaman saya, ide itu dapat saja dibuat, atau dipaksa. Rajin membaca dan peka pada keadaan sekeliling adalah cara bagaimana ide itu muncul.

Beberapa minggu terakhir, saya seperti disergap belasan ide untuk cerita. Saat ini saya sedang mengerjakan sebuah novel, tapi tetap saja ide-ide lain berloncatan di kepala. Saya sampai kerepotan harus segera mencatat agar ide-ide itu tidak segera lenyap.

Sambil menyelesaikan novel, saya terbiasa selingkuh dulu membuat catatan-catatan tambahan untuk ide lain yang baru muncul. Kelak catatan-catatan itu akan dipanjangkan menjadi sebuah cerita. Karena sedang fokus menyelesaikan novel, ide itu akan saya takdirkan sebagai cerpen atau sajak saja supaya tetap berfokus pada novel yang memerlukan konsentrasi dan napas super panjang.

Contohnya, ketika membaca berita pelecehan wanita, tiba-tiba muncul ide tentang negeri miskin wanita. Negeri yang sudah puluhan tahun tanpa kelahiran bayi perempuan.

Contoh lain muncul ketika saya melihat sebuah botol yang unik. Saya membayangkan dalam botol itu ada jin. Saking lamanya terperangkap dalam di dalamnya, sang jin kemudian jatuh cinta pada botol itu. Botol itu terlihat cantik dengan bentuk lekuk siluet tubuhnya. Terang saja karena botol bekas parfum wanita.

Nah, ada saja idenya, kan? Bagi saya, hidup dan segala isinya adalah sumber ide. Hidup itu sendiri adalah rangkaian cerita dari jutaan ide. Kita tinggal cerdik memancingnya dengan panca indera dan rasa. Awas disergap ide! 🙂

Dituliskan dari Kotak Ajaibku.

Advertisements

6 thoughts on “Ide Cerita

  1. wah keren. saya mah susah dapet ide. sekalinya ada, gampang teralihkan dengan ide-ide lain dan jadi cepat bosan. 😦 tapi saya pengen banget bisa nulis novel… ada tips gak mas??

  2. terima kasih..

    tipsnya mudah saja untuk awal: segera buka laptop dan mulai menulis!
    Tulis apa saja, jangan dulu bolak-balik edit.
    Biarkan seluruh kata menetes begitu saja walau porak-poranda tanpa arah.
    Setelah itu, kamu bakal takjub, sebuah cerita telah selesai, menunggu kamu dandanin 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s