Surat

Surat itu seperti mengangguk padaku. Membenarkan segala yang telah kupikirkan dari malam ke pagi dan dari pagi ke malam. “Selamat, bersiaplah untuk kebebasanmu”. Begitulah suara yang terdengar di pikiranku. Suara dari surat itu.

Suatu sore di Juni yang kering, seperti ada pintu lain dalam hidupku terbuka lebar-lebar. Begitu lebarnya hingga bisa dilewati ribuan harapanku dengan lapang. “Ini baru awal”, surat itu mengingatkan.

Apalah artinya menebak sebuah akhir jika kita tidak merayakan sebuah awal. Ya, surat itu akan mengawali petualangan-petualangan yang baru. Segala yang telah kunanti dan pintu itu akhirnya terbuka.

Kepada surat itu aku berterima kasih dan berucap, “Jangan khawatir, kebahagiaanku cuma bisa kutemukan dengan caraku sendiri”.

Dituliskan dari Kotak Ajaibku.

Advertisements

2 thoughts on “Surat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s