Buku: Puisi Lama

 

Puisi Lama

Iseng menunggu waktu makan siang, saya menyeberang  ke Ramayana Dept. Store yang letaknya tepat berhadapan dengan Hotel Kaputra tempat saya menginap di Tanjung Pinang. Di lantai atas ada toko buku Salemba. Di situlah saya menemukan buku Puisi Lama oleh Sutan Takdir Alisjahbana terbitan Dian Rakyat. Entah karena ini negeri gurindam, tanpa berpikir panjang lagi saya tenteng buku ini ke kasir. Dan siang itu, saya seperti berada di zamannya Ali Haji.

Ternyata, isinya banyak yang baru saya kenal. Untuk nostalgia pelajaran sewaktu sekolah, berikut saya kutip beberapa Pantun dan Gurindam yang menarik perhatian saya. Supaya seru panyun dan gurindam berikut saya ubah menurut versi saya.

Pantun Teka-teki

Burung Nuri burung Dara,

Terbang ke sisi taman kayangan;

Cobalah cari wahai saudara,

Makin diisi makin ringan.

…..Tante Nuri mengaku dara,

…..Dada berisi pantat tempayan;

…..Cobalah cari wahai follower,

…..Makin ditindih makin galau.

Buah budi bedara mengkal,

Masak sebiji di tepi pantai;

Hilang budi bicara akal,

Buah apa tidak bertangkai?

…..Buah pepaya panjang sejengkal,

…..Ambil sebiji dibuat gulai;

…..Hilang pacar karena nakal,

…..Buah apa ketiban tangkai?

Pantun Jenaka

Jual pepaya dengan kandil,

Kandil buatan orang Inggris.

Melihat buaya menyandang bedil,

Sapi dan kerbau tegak berbaris.

…..Jual kebaya dengan centil,

…..Centil sedikit kena linggis.

…..Banyak sapi kehilangan pentil,

…..Kian banyak ibu meringis.

Di kedai Yahya berjual surat,

Di kedai kami berjual sisir.

Kak buaya melompat ke darat,

Melihat kambing terjun ke air.

…..Kedai seberang berjual donat,

…..Kedai kami berjual gasing.

…..Kak Diki takut disunat,

…..Melihat mantri bawa gunting.

Gurindam

Barang siapa yang sudah besar,

Janganlah kelakuannya membuat kasar

…..Barang siapa yang sudah besar,

…..Janganlah tipu si dada kembar.

Cari olehmu akan sahabat,

Yang boleh dijadikan obat.

…..Cari olehmu banyak sobat,

…..Yang pacarnya bole diembat.

Apabila banyak mencela orang,

Itulah tandanya dirinya kurang.

…..Apabila banyak menasehati orang,

…..Itulah Mario super seorang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s