Dendam Nusantara – Dari Jawa Hingga Madura

Setiap perjalanan selalu mengundang emosi tersendiri. Menyusur Jawa adalah niat yang sudah lama terpendam. Bermula dari perjalanan darat dari Bandung ke Yogyakarta di tahun 1992 bersama teman-teman kuliah. Betapa kota-kota yang kami lewati sukses mencuri hati. Saya selalu katakan kepada diri saya sendiri bahwa suatu saat akan mengulang perjalanan ini dengan lebih intim dan seru.

Buku catatan, peta, dan tumpukan tiket.

Berkelana dari kota ke kota, sambung menyambung dengan kereta api, jadwal yang bersahabat, adalah impian yang harus menjadi nyata sebelum membatu. Selama lebih dari dua minggu saya ingin mewujudkan impian ini. Tidak cuma Jawa hingga ujungnya di Banyuwangi, tetapi Madura, ternyata sudah lama meminta jejakku.

Perjalanan ini adalah seri khusus dari program Dendam Nusantara. Saya yakin akan disergap berjuta inspirasi yang akan meluap-luap dari bukunya nanti.

Semarang dan Surabaya akan menjadi basis persinggahan perjalanan. Dari Jakarta saya akan ke tengah dulu; Purwokerto. Selanjutnya ke utara; Cirebon, Pekalongan, dan Semarang sebagai basis pertama. Dari Semarang berlanjut ke Demak, Kudus, dan kembali lagi ke Semarang untuk terbang ke Surabaya. Dari basis kedua ini saya menyeberang ke Bangkalan, Madura. Setelah dari Bangkalan, saya akan kembali lagi ke Surabaya dan melanjutkan langkah ke Jember hingga ke ujung: Banyuwangi. Dari Banyuwangi saya terbang kembali ke Surabaya, menginap semalam sebelum terbang kembali ke Jakarta.

Sayang sekali karena keterbatasan waktu, hanya 10 kota itu yang menjadi target perjalanan ini. Beberapa kota harus dicoret seperti Tegal, Kendal, Yogyakarta, Malang, Blitar, Tuban, Situbondo, dan Pamekasan. Sepuluh kota ini bukan sekadar lewat tapi saya akan singgah minimal semalam.

Bagaimanapun, 10 kota dan 16 hari tetap menjadi perjalanan yang seksi!

Advertisements

2 thoughts on “Dendam Nusantara – Dari Jawa Hingga Madura

    1. Ahaii, ada Kak Noena-ku 🙂
      Semoga segera ada waktu, rezeki, dan sponsor hihihi.

      Salam kembara!
      Balasan ini ditulis di atas Fajar Utama yang langsir sejenak di Stasiun Weleri, 30 menit sebelum Stasiun Semarang Tawang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s