Anging Mammiri di Fort Rotterdam – Makassar

Mei 2012

Selalu ada yang dapat dirayakan kala senja.

Setelah berkeliling dari satu bangunan ke bangunan yang lain, ada yang menyeretku ke puncak Fort Rotterdam; rindumu!

Lalu mengalunlah Anging Mammiri,

menembus bilik-bilik cahaya jiwaku..

anging mammiri kupasang (aku selalu berharap pada angin yang berembus)
pitujui tongtonganganna (sampaikan pesanku lewat kisi jendelanya)
tusarroa ta’kaluppa (pada seseorang yang selalu melupakan)

e’aule na mangu rangi (duhai .. biar dia ingat kembali)

tutenayya… tutenayya pa’risina.. (betapa tidak pedulinya dia akan derita..)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s