Mengintip Batanghari – Jambi

Hari terakhir di 2011, jejak pertama untuk Jambi. Pesawat pagi dari Cengkareng hanya perlu 75 menit untuk mengejar pagi yang lain di Tanah Pilih Pesako Betuah ini. Apalagi jarak dari Bandara Sultan Thaha ke tengah kota cukup dekat sehingga masih tersisa pagi yang memantul terang di tepi Sungai Batanghari.

Menikmati secangkir kopi di Sky Cafe di teras atas hotel Wiltop adalah kebahagiaan pertama berkenalan dengan Batanghari. Kebahagian yang membuat lupa akan terik sungai yang telah menyambar kulit muka dan sepanjang lengan.

Malamnya, ditemani Muhyi sahabatku sesama penulis, kami meliuk-liuk di jalanan kota dengan motor. Melewati pasar Jambi, aku tercengang dengan ribuan burung walet liar yang berjejer rapi di beruntai-untai kabel listrik. Mereka seakan turut menikmati pergantian malam tahun baru. Riuhnya seperti jalanan kota Jambi yang ramai malam itu.

Lalu terbuka langit baru di 2012. Sepanjang hari kuhabiskan waktu untuk menulis di kamar sambil mengintip Batanghari. Sambil mengetik di laptop, mataku sesekali sigap menangkap lalu-lalang perahu. Batanghari pun meminta untuk diceritakan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s