Gadis Rote di Pantai Pasir Panjang – Kupang

Sebenarnya kita telah bertemu di langit Sumbawa. Aku tahu, kau tidak mungkin menjemputku di bandara. Aku justru yang menjemputmu. Dalam benakku. Semua tiba-tiba saja. Pantai indah yang kulihat dari jendela pesawat itu mengingatkanku padamu. Semua keindahan yang terlihat menjadi kamu. Dari bibir pantai itu kau seperti meloncati jendelaku. Senyummu benar-benar mengotori benakku. Tapi aku selalu suka, dan tak pernah kubersihkan sekali pun. Kedatanganmu itu kutuliskan di gumpalan awan. Dua jam penerbangan menuju kotamu seperti menembus ruang tanpa waktu. Tak kuingat lagi pesawat itu berguncang atau meliuk. Yang kuingat saat itu, dadaku berguncang dangan senyum yang meliuk-liuk sendiri.

Aku tiba di kotamu, kau kujemput lagi ke benakku. Kita bergandengan tangan menyusur lorong hotel. Kaubilang itu hotel terbaik di kotamu. Segera kita menuju jendela. Kau tak sabar membukanya lebar-lebar. “Itu Pantai Pasir Panjang!” serumu bangga. Aku terbelalak. Di bawah jendela terbetang pantai berpasir putih dengan ombak berkilau terik siang. “Kau boleh mulai menulis di jendela ini. Aku ingin turun ke pantai,” bisikmu. Lenganmu yang tadinya bermanja di pinggangku terlepas. Tak sempat kuraih tanganmu. Kau hilang di balik pintu, tapi masih di benakku.

Kau melambaikan tangan. Kadang kau menjadi angin, kadang terlihat seperti ombak. Aku mulai menulis. Jendela dan meja tulis ini seperti diciptakan untuk kedatanganku. Sesekali aku melihatmu di pantai. Kuarahkan seluruh keceriaan hatiku kepadamu. Kau tak henti-henti melambaikan tangan. Aku terbius menuliskan semuanya. Kau pasti membaca pikiranku untuk jangan melangkah jauh. Tentu, karena masih terkunci di pikiranku. Siang pun mengunci kita.

Aku benci menuntaskan tulisanku siang itu. Aku, dan pasti kau juga telah tahu ke mana cerita itu akan berujung. Esok hari kau akan berada di benak yang lain untuk selamanya. Mereka selalu bilang kita berbeda. Kau tidak bisa apa-apa. Aku sudah kehilangan apa pun. Malam itu kulepaskan kau dari benakku. Esok tidak akan ada pertemuan. Pertemuan yang sebenar-benarnya. Aku akan pulang. Telah kuteguhkan hati. Pasti pulang.

Advertisements

2 thoughts on “Gadis Rote di Pantai Pasir Panjang – Kupang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s