Jayapura, Simbol Papua Untuk Indonesia

Suatu siang mendekati sore di 17 Mei 2012, saya mengelilingi pusat kota. Hanya perlu berjalan kaki untuk menyusur jalan-jalan utama. Saya sudah tidak sabar untuk menyapa angin teluk Yos Sudarso. Kebetulan sepanjang hari itu Jayapura tidak terlalu terik. Saya menikmati teluk dari lokasi terminal angkot yang letaknya pas di tepinya.

Gara-gara nama ‘Yos Sudarso’, pikiran saya seperti ditarik ke masa pertempuran Laut Arafuru (pantai selatan Papua, dekat Kepulauan Aru, Maluku) untuk pembebasan Irian Barat di tahun 1962. Tapi saya heran, jauh sekali Laut Arafuru dengan teluk ini yang berada di Samudra Pasifik (pantai utara Papua)?

Di Taman Yos Sudarso yang tidak jauh dari terminal, saya menemukan jawabannya. Taman di tengah kota ini menyimpan sejarah tentang kemerdekaan rakyat Papua,  pendudukan Belanda, dan pembebasan Irian Barat dalam Trikora (Tiga Komando Rakyat) yang dicanangkan Presiden Soekarno. Di taman inilah pertama kali Belanda memprovokasi pejuang-pejuang Papua untuk mengibarkan Bendera Fajar/Kejora. Pertempuran Laut Aru adalah salah satu operasi militer sebagai realisasi salah satu perintah Presiden Sukarno dalam Trikora: pembebasan Irian Barat dari Belanda.

Di taman ini ada prasasti bertuliskan nama-nama pejuang yang gugur dalam Pertempuran Laut Aru. Ada 25 ABK dari KRI Matjan Tutul di bawah komando Yos Sudarso yang ikut gugur juga dalam pertempuran itu. Saya iseng googling sejarah pertempuran ini. Pertempuran yang tak seimbang itu ternyata menyimpan cerita berbagai versi di baliknya. Lebih dari 2 jam saya tenggelam membaca cerita-cerita itu dari berbagai sumber. Saya tidak akan mengupasnya di sini karena sudah bertebaran di Google.

Kota ini sudah berganti nama berkali-kali: Hollandia, Kota Baru, Soekarnopura, dan sejak 1975 menjadi Jayapura. Saat bernama Soekarnopura, kita akan tahu sengotot apa seruan Trikora waktu itu. Tidak hanya wilayah Jayapura dan sekitarnya, kota ini menjadi wilayah strategis-politis dalam urusan eksistensi keseluruhan Papua ke dalam kedaulatan Indonesia. Teluk Humboldt yang kemudian menjadi Teluk Yos Sudarso dan Taman Imbi yang kemudian menjadi Taman Yos Sudarso adalah simbol untuk memperkukuhnya.

Dalam menulis catatan ini, saya semakin penasaran untuk menggali isu-isu tentang kedaulatan Papua dan nasibnya. Semoga di kesempatan lain saya bisa berbagi pikiran tentang hal ini. Yang pasti, seluruh rakyat Papua akan tetap menjadi saudaraku, saudara bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana pun kedaulatannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s