Angin di Bandara Sultan Babullah – Ternate

Agustus 2012, saya terbang sekitar 40 menit dari Bandara Sam Ratulangi di Manado menuju sebuah kota penuh sejarah di Kepulauan Maluku Utara. Begitu mendarat, saya langsung update status di Twitter: Angin meniupku ke mana-mana, dari aroma asin Madura hingga jauh ke wangi rempah Ternate!

Angin itu pulalah yang membuat pesawat yang saya tumpangi berhasil mendarat di usaha yang kedua. Pesawat yang waktu itu sudah di posisi mendarat, tiba-tiba menukik lagi. Sekitar 2 menit kemudian, pilot mengumumkan bahwa pesawat gagal mendarat dikarenakan perubahan angin yang ekstrim. Karena harus berputar dua kali, saya puas menatap Pulau Hiri yang menjulang di samping pantai di depan bandara.

Pulau Hiri

Bandara ini seperti panggung di tepi pantai. Lokasinya di tepi pantai pada lahan yang agak ditinggikan untuk membangun landasan. Dari tempat parkir pesawat, terminal ada di bukit berjarak 200 meter. Pada kepulangan, saya lebih memilih berjalan kaki dari terminal menuju pesawat. Menuruni sekitar 30 anak tangga menjadi tidak berarti dibanding sajian pemandangan laut dan pulau-pulau di depan terminal. Selamat datang di kaki Gamalama!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s