The Islamic Books (TIB) Community – Sahabat Ternate

Saya dijamu dengan seru oleh sahabat-sahabat dari TIB ini. Sebuah pertemuan yang tak sengaja tapi terencana begitu cepat. Sebenarnya saya bukanlah penulis spesialis buku-buku islami. Tapi, sesama muslim yang mencintai buku ini telah menghadirkan sebuah persaudaraan baru yang hangat. Ini kemewahan luar biasa dari kunjungan saya di Ternate.

Selalu hangat dalam ingatan saya ketika dijamu makanan khas ternate, mulai dari ikan bakar, sagu bakar, sampai papeda. Gerimis tidak menghalangi kami untuk mengitari Gunung Gamalama. Percakapan seakan tiada habis seperti pasir di Pantai Sulamadaha. Mulai yang becanda di danau, tepi pantai, hingga yang diskusi serius di balkon hotel.

Saya juga kecemplung dalam drama-drama epik mereka (bocorin, ah!). Mulai dari episode kandasnya cinta: “Seorang Gadis yang Ingin Roknya Terkibas Angin’, dilema cinta: “Aku, Kekasih, Sahabat, dan Calon Mertua”, penantian cinta: “Gantunglah Cita-citamu Setinggi Langit, Asalkan Jangan Cintaku”, dan kisah cinta sahabatku: “Mereka Bilang Saya Orang Ketiga!”. Wew!

Buat Ina, Mhya, Ko Ichan, Ko Bucek, Gamaria, Isti, dan Zhul, terima kasih telah tabah menemani saya. Buat lainnya yang tertunda perjumpaannya: Ko Achan dan Ayn, semoga kita bisa saling menangkap di lain waktu. Semoga doa-doa dari TIB membuat rindu ini menampar saya segera kembali lagi ke Ternate. PLAKK!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s