Cemburu Itu Peluru (CIP) – Cerita di Baliknya

Seharusnya judul tulisan ini: “Terlupa Itu Peluru”. Setelah puluhan update, kok saya belum pernah menulis tentang buku ini, ya? Padahal, buku ini telah meniupku ke mana-mana! Bertemu sekian banyak orang, dari talkshow ke talkshow, promo ke promo, dari kesenangan demi kesenangan. Semua sudah dimulai sejak buku ini diterbitkan Gramedia Pustaka Utama (GPU), Maret 2011. Buku ini sudah dicetak dua kali sebanyak hampir 8.000 kopi. Sampai sekarang buku ini sudah sulit ditemukan. Belum ada kabar untuk dicetak lagi. Bagi yang belum punya, bisa pesan ke www.gramedia.com atau toko buku on-line lainnya.

Buku ini berisi kumpulan 100 cerita kilat (flash fiction) hasil keroyokan 5 penulis. Selain saya dari Jakarta, ada Novita Poerwanto (Sby), Kika Dhersy Putri (Sby), Andy Tantono (Bdg) dan Erdian Aji/Anji (Jkt). Saya tidak akan membahas isi buku, tapi berbagi cerita di balik proses penerbitannya.

Dan inilah 10 romantika kelima penulis belia itu dan bukunya..

  1. Saya adalah penulis terakhir yang masuk jajaran CIP, setelah berpikir selama 0.0000537 detik.
  2. CIP tercetus dengan saksama setelah menonton konser Anji di Harmoni SCTV.
  3. Tadinya menulis dengan 30 tema yang telah disepakati bersama. Tapi kemudian kesepakatan ini dibatalkan UNESCO karena ternyata membatasi kekayaan imajinasi kami.
  4. Sewaktu proses pemilihan tema (sebelum dibatalkan), waktu itu saya, Anji, dan Novi sedang makan di Dimsum Kemang. Karena harus diputuskan saat itu, jadilah tema berdasarkan apa yang terlihat saat itu juga. Jangan heran kalau temanya: dimsum, sumpit, dll. Sulit dibayangkan jika saat itu kami sedang makan di RM Sederhana. Bisa jadi temanya rendang, asem padeh, tambo ciek dan sebangsanya.
  5. Novi adalah kompor penagih naskah tiada ampun. Bahkan terornya masih menghantui hingga saat ini. Untuk urusan setoran, saya dan Anji menjadi yang paling sering kena jatuh tempo.
  6. Sewaktu naskah CIP telah siap cetak, penerbit kami minta ditambahkan film pendek. Jadilah kami blingsatan menghubungi insan-insan perfilman di Hollywood dan Bollywood.
  7. Foto Andy di banner dan book-trailer adalah hasil mutilasi. Di banner menggunakan badan Anji, di book-trailer menggunakan badan saya. Ketidaksinambungan ini terjadi karena dipotret di lokasi yang berbeda. Andy dipotret di Bandung, Novi, Anji, dan Kika dipotret di Surabaya. Saya sendiri dipotret sewaktu di Milan.
  8. Kika menggunakan baju terbalik saat difoto untuk banner. Sebenarnya, Kika dan Novi beli baju kembaran dengan arah setengah belahan punggung yang sama. Demi estetika foto high-fashion, belahan itu tidak boleh berarah sama. Jadilah Kika mengalah. Bajunya dibalik untuk difoto dari sisi kiri karena Novi hanya merasa cantik luar-dalam kalau di foto dari sisi kanan.
  9. Karena semua adalah penulis kaliber yang berserakan di tiga kota, maka penentuan jadwal promo selalu nyaris berakhir di tangan pengacara.
  10. Kami baru menimang bentuk fisik CIP pada detik-detik sebelum launching. Heboh di belakang panggung seperti di ruang bayi di rumah bidan.

Itulah secuplik yang bisa saya beberkan. Sebenarnya masih banyak tetapi kalau ditulis di sini semua, panjangnya bisa melebihi draft CIP. Apalagi jika ditambah kehebohan saat promo. Soal promo, saat inilah yang paling kami nantikan. Setiap pertemuan, kalau cemburu itu peluru, rindu kami adalah gudang peluru!

Terima kasih jika CIP sudah ada di tangan kalian. Terima kasih buat Komunitas Fiksimini yang mempertemukan kami. Thank God it’s Fiksimini!

Advertisements

3 thoughts on “Cemburu Itu Peluru (CIP) – Cerita di Baliknya

  1. Mau doong buku lainnya selain CIP..
    Aq jg bru tw klo ternyata bnyak juga yah lika-liku dibalik suksesnya CIP..
    Ditunggu yaah karya2 berikutnya.. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s