Orang-orang Kuat Yang (Me)lemah(kan) – eMinialbum Bagustian Iskandar

Akhir September 2012, minikonser eminialbum Bagustian Iskandar, Garden Juice, Yogyakarta. Saya datang dan sekaligus didaulat membaca sajak karya Irwan Bajang (yang baca sajak juga malam itu). Saya mengenal seorang Bagus –begitu saya memanggilnya- diawali perkenalan dengan energi, kreativitas, dan keinginan-keinginannya yang tumpah-ruah. Perpaduan yang niscaya hanya dimiliki seseorang yang mendekati ‘gila’.

Energinya tidak pernah habis dalam berpuisi, menulis buku, menulis lagu, menenteng gitar, hingga melucu seorang diri sebagai seorang stand-up komedian. Belum lagi energi itu harus dibagi, diseret-seret ke ruang kuliah.  Seorang Bagus akan berapi-api semangatnya jika ditanya soal keinginannya dalam bersastra dan bermusik. Mungkin api itu akan sedikit berkobar tak tentu arah jika ditanya soal cinta.

Kreativitas memukaunya yang membuat saya merasa berhutang untuk menulis di blog ini adalah soal eminialbumnya. Kalau soal tulisan, sudah sering saya mencaci-maki penuh kesoktahuan saya. Lagu-lagu album ini dibagikan gratis. Karena didermakan lewat internet maka disebut eminialbum. Sedot saja dari sini: http://www.mediafire.com/?qbf6zdn6k9awt3x . Bagus sudah menyediakan segalanya selain lagu. Tiga folder masing-masing berisi lagu, gambar untuk sampul dan pelapis keping CD, lengkap dengan gambar berisi seluruh lirik lagu.

Melihat judul album ini, nyaris saya berpikir ini isinya tentang keputusasaan. Untung saja, dari lima lagu ada dua yang penuh harapan: Harus Bersamamu dan This Isn’t About Love. Mungkin ketiga lagu yang lain adalah bentuk cibiran Bagus terhadap orang-orang yang kuat, namun melemahkan dirinya sendiri dan melemahan harapan seorang Bagus. Menurut saya, album ini enak dinikmati di kala seorang diri. Bukan untuk meratap-ratap, tapi di kesenderiaan itu kita justru sering menemukan keramaian hati. Album ini akan memewahkan kesendirian itu.

Malam itu suasana di Garden Juice begitu hangat. Saya membayangkan hari itu seluruh dunia tidak memiliki malam, kecuali di Garden Juice. Atau mungkin, Garden Juice telah membuat malamnya sendiri. Kelamnya jatuh pelan dari rindang pepohonan. Semakin jatuh ketika Bagus memetikkan gitarnya, dan terus berjatuhan ketika tiba di dua lagu favoritku: Bebas dan Harus Bersamamu. Sebuah kontradiksi, yang satu melantun: “Aku ingin bebas seperti angin, terbang ke mana saja tanpa kamu..” dan satunya lagi berdusta: “Tak peduli di mana pun itu, tapi harus bersamamu.” Cih, dasar @ladangsandiwara!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s