Setintapena: Drama Cinta dan Sisi Hidup Jasper Valentino

Antologi puisi ini bukan sekadar ledakkan imajinasi tetapi jauh terlontar dari lubuk hidup terdalam penulisnya, Jasper Valentino (Tino). Semacam tradisi bagi penulis dengan buku pertamanya. Apa yang tertulis tidak terlalu jauh dari kesehariannya. Sebuah perkenalan. Tino menarik pembaca untuk mengenalinya lebih intim lewat buku ini. Tak heran jika buku ini terbagi dalam dua babak kreativitas Tino: Drama Cinta dan Sisi Hidup.

Buku ini seperti dua buku yang disatukan. Dicetak terbalik saling memunggung kedua babaknya. Terserah pembaca ingin memulainya dari mana. Lewat keterbalikan ini, Tino tanpa sengaja membuat saya bersimbol. Seperti kehidupan, kita bisa memulainya dari mana saja. Jika Cinta belum menemuimu maka Hidup tetap akan menuntunmu untuk menemukannya. Jika Hidup belum beruntung mendenyutkan keinginanmu maka Cinta akan selalu ada untuk menabahkan harapanmu.

Pada Sisi Hidup, terkumpul 139 puisi, dan 161 lainnya terkumpul di Drama Cinta. Pada Drama Cinta, sentimentalitas Tino terasa menyentuh siapa saja, dalam, dan tak sekadar mendayu-dayu. Walau pada pengantar pembuka ia lantang berdusta “Cinta. Cinta itu tidak ada”, ketakutan hatinya meletup: “Jika hilang, kamu di mana? Jika datang, aku siapa?” (hal. 13). Pada Sisi Hidup, Tino melukiskan keinginan-keinginannya: “Aku, hanya menjalani waktu yang berusaha, membuatku tetap terjadi” (hal. 3).

Tino juga mendokumentasikan puisi-puisi yang ditulis dengan beberapa sahabatnya. Selain dengan saya, ada Seno Wicaksana, @tikwit, Rizky Zaldy, dan Rani Amalia Busyra. Saya mengenal Tino dengan hasrat menulis yang tidak terbentung, terutama berpuisi. Suatu malam kami bercakap lewat BBM, setelah sekian lama Tino menghilang dari dunia maya dan nyata. Ternyata, keinginannya untuk menulis sedikit terusik. Percakapan itu dinobatkan Tino sebagai puisi. Kejutan manis dari Tino itu ada di halaman 137 dengan judul Memuji. Sebuah penggalan dari kalimat saya sendiri kemudian menancap kembali di benak saya akibat ulah Tino di buku ini: “Jangan sampai aku membencimu. Mau tahu saat aku membencimu? Saat kau berhenti menulis karena setitik cemburu.”

Keluarga sudah pasti menjadi lumbung inspirasi bagi seorang penulis. Dua buah puisi di Drama Cinta ia persembahkan untuk ibunya: Hingga Aku Bertanya (hal. 71) dan Pasir (hal. 77). Dua puisi di Sisi Hidup ia persembahkan untuk almarhum ayahnya: Terjerat Sepi (hal. 55) dan Aku Rindu (hal. 57). Keduanya berbagi cinta Tino yang sama rata. Pemilihannya pun terasa puitis. Untuk ibunya ada di Drama Cinta, menandakan sumber kekuatan cinta seorang ibu yang begitu luhur dan tak pernah habis. Untuk ayahnya ada di Sisi Hidup, menandakan sumber keteguhan hidup yang terpancar dari seorang ayah.

Istri dan anaknya tentu mendapat perhatian istimewa.  Mereka berbagi puisi yang sama rata pula di Sisi Hidup. Satu untuk istrinya: Selamat Ulang Tahun (hal. 137), satu lagi untuk putrinya: Haleigha (hal. 43). Mungkin ditempatkan di Sisi hidup karena istri dan putrinya adalah semua yang memusar di hidupnya yang sekarang. Tino memang pandai berperasaan.

Sebenarnya yang saya kurang suka dari buku ini adalah jenis hurufnya,  walaupun cetakannya mewah dan artistik. Tapi ini termaafkan. Saya anggap ini buku mantra yang biasanya berjenis huruf kuno. Tentu ini hanya masalah selera. Tentu pula buku ini telah memantraiku. Sim setintapena bim!

Catatan:

Tulisan ini dibuat sehari menjelang promo di Yogya. Datanglah, berbagi cerita dengan saya di sini.

Kalau tidak sempat, datang saja ke akun Twitternya @JvTino, borong bukunya!

Advertisements

2 thoughts on “Setintapena: Drama Cinta dan Sisi Hidup Jasper Valentino

  1. Salut sama upaya mas JvTino mengumpulkan dan menyatukan karya puisinya dalam satu buku. Lagi salut dg upaya penerbitan mandirinya. Bravo mas JvTino…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s