Perasaan-Perasaan yang Membelahku

di cangkir kopi yang kedua,
aku terbelah.

pagi belum juga menjadi apa-apa,
aku sudah menjadi siapa-siapa.

engkau boleh memanggilku: gelisah, panik, dan kosong.
aku akan menoleh,
dengan tubuh yang sama.

Advertisements

2 thoughts on “Perasaan-Perasaan yang Membelahku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s