Kepada Hujan Desember

rainy window
Hujan Desember seperti tercurah dari langit-langit hatiku. Bukan hujan seperti kesedihan yang basah, melainkan derai kegembiraan yang layak kurayakan. Setiap tetes menjadi kata, lalu membandang dalam puisi dan cerita.

Hujan pandai menggiringku dari jendela ke jendela. Dari dinginnya jendela kamar ke hangatnya jendela di kedai-kedai kopi. Puisi dan cerita lantas semerdu hujan, sesemerbak kopi. Tiada kesedihan yang membentur. Kulupakan kesedihan agar kelak kesedihan lupa pula padaku.

Kepada hujan Desember, basahmu memukau kata. Kuceritakan apapun pada angin yang bercabang-cabang. Angin yang memantul pada kaki. Gigil yang menggetarkan leher. Cerita yang merampas lelap. Lelap menjadi kabut pagi.

Kita saling mengerti. Kauredam deru gelisah. Aku membara dalam cerita. Kota ini milik kita saja. Tanpa batas dan rahasia. Kita sempurnakan Desember. Bawa saja segala awanmu. Jatuhlah dari langit-langit hatiku. Deras sebagai kata.

Bandung, Desember 2012

Advertisements

7 thoughts on “Kepada Hujan Desember

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s