Sajak Penutup Tahun yang Tergesa

: Oddie Frente

Tahun turun di balik kaca, deras dan tergesa.
Cerita patah hati juga berita orang mati
diapungkan duka, dari nama ke nama yang lebih
nyeri, dari pergi ke pergi yang lebih nyata.

Tahun turun di luar jendela, deras dan tergesa.
Kau melesat serupa butir peluru ditembakkan
kata-kata, dari rantau ke rantau yang lebih jauh,
dari pulau ke pulau yang lebih teduh.

Tahun turun di dalam kepala, deras dan tergesa.
Aku mengenang gelas-gelas plastik puisi dan
temu dini hari, dari asap ke asap yang lebih pekat,
dari sesap ke sesap yang lebih dekat.

Tahun turun di mana-mana, deras dan tergesa.
Ia menggenang sepanjang sajak dari Cikini ke
Batanghari lalu habis tanpa sisa: tidakkah
semua orang akan merasa sedikit sia-sia?

View original post

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s