Rumah Batu Jambi (Semoga bukan rindu yang berkelebihan)

Cerita Lain Tentang Rumah Batu Olakemang

lukman tanjung

20130101_154931(1)Hujan beberapa hari ini terlalu banyak. Batangharipun tak mampu menampung  semua air hingga akhirnya membaginya  dengan bagian bawah rumah –rumah di sepanjang tepiannya. Biarlah, mungkin air itu merindu dendam dengan rumah-rumah itu. Toh ia cuma mampir setahun sekali.  Ia hanya sekedar mengintip dari celah-celah lantai papan mencuri dengar celoteh anak-anak  yang berkeluh kesah tentang sulitnya ujian hari ini atau omelan panjang pendek ibu-ibu rumah tangga tentang mahalnya harga bahan makanan saat ini.

20130101_155007Namun ternyata air tidak tega menyentuh rumah yang satu ini. Ia hanya berhenti sampai di pinggir gerbang rumah berkepala naga yang kokoh nan tua. Mereka berdua pasti sahabat lama, walau hanya berjumpa setahun sekali atau lebih, air akan selalu kembali menghampiri si gerbang untuk berbincang beberapa hari. Aku yakin, mereka berdua pasti sibuk bercengkerama mengenang masa lalu sekitar dua ratus tahun yang lalu ketika rumah milik si gerbang masih indah terjaga. Kemana gerbang-gerbang lain? Mereka lebih memilih bersahabat…

View original post 328 more words

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s