Sajak Terima Kasih Sahabat Jambi

 

Sejak lama saya ingin memajang sajak-sajak ini di sini. Lebih baik terlambat daripada terlambat banget, kan?
Ucapan terima kasih dan kesan pada setiap pertemuan ketika di Jambi saya tuangkan di sini. Memang tidaklah cukup, selebihnya luber bagai liur Batanghari dalam ingatan.

Enam sajak dibuat hanya dalam 30 menit. Menegangkan. Nyaris ketinggalan bus travel ke Bengkulu. Saya tulis sendiri dalam lembar-lembar kertas kuning. Lalu saya jejerkan di lantai. Setelah saya pergi baru saya kabarkan ke Bang Lukman bahwa ada enam serpihan hati saya yang sengaja ditinggalkan di kamar lantai atas rumahnya.

Terima kasih buat Bang Lukman yang merelakan kamarnya di lantai atas sebagai sarang yang nyaman. Titip salam buat singgasana saya: meja tulis dan kursi empuk menjulang seperti kursi direktur.
Terima kasih buat Kak Thoy yang tabah antar-jemput. Saya dan Bang Lukman sudah seperti pria nakal. Menunggu di pinggir jalan dan loncat keluar-masuk mobilnya berhari-hari.
Terima kasih buat Dek Dinni, ibu Kepsek Akademi Berbagi Jambi. Semoga akademinya selalu ramai, jaya, dan materi saya sesuai kurikulum.
Terima kasih buat Kak Diar. Dari PPNVI, Akber, @temphoyac, Radio EB FM, Pipet Magazine, semuanya aja ada kamu! Teluk Belangamu itu telah menyulap saya menjadi seorang pangeran melayu tanpa perlu melalui tahap menjadi kodok buruk rupa. Belum lagi kaos dari @temphoyac yang membuat saya resmi jadi anak pergaulan Jambi. Kece!
Terima kasih buat Ihsan dengan 2 botol sirup kayu manisnya. Doakan suatu hari manisnya kayu itu saya sedot langsung di hutan Kerinci.
Terima kasih buat Nicky yang bikin saya menjura. Jauh-jauh berpesan dari Negeri Tebo hanya untuk sepenggal tanda tangan dari saya. Amboi! Saya beri bonus sajak sekalian.

Semoga Batanghari segera memanggil kembaliku!

pada kita
kepada lelaki yang meminjamkan kasurnya: Lukman Tanjung

pada kita,
waktu tidak akan pernah
mencukupkan pertemuan.
pertemuan tiada sanggup
melunaskan percakapan.
kita adalah tentang pertemuan,
dari segala percakapan.

jambi, 4 Januari 2013

wanita di seberang jalan
:kepada Thoy

kau wanita yang paling beruntung
di seberang jalan itu
dua orang lelaki
berloncatan ke sedanmu.
bagai membuka keranjang
lalu seketika dua biji mangga
berguguran ke dalamnya.

karena kau yang menunggu,
keriangan bergetar sepanjang
rumah batu hingga mangkuk tekwan.

sungguh,
jangan menunggu di
seberang jalan selain
dua biji mangga itu.
jangan!


pertemuan

:kepada nicky rizkiansyah

kita mungkin
kehilangan percakapan
tetapi tidak memiskinkan
kata

sebab,
puisi ini mengganti sapa

sebab,
kita telah saling berhutang
tatap dan kata

jambi, 4 jan 2013

terbuat dari apa kamu?
:kepada hardi diar irawan

menjadi engkau
adalah tungku segenap bara
melihatmu dari lautku
engkau bagai cakrawala
yang hambur di mana-mana.
jika yang kau simpan
bukanlah bara,
terbuat dari apa, kamu?

jambi, 4 jan 2013

lelaki kayu manis
:kepada m. ihsanul shaauqi

jangan kau ingat
ketika aku salah memanggil
namamu

jangan marah
kelak kayu manismu
mengingatkanku padamu

jangan heran
ketika kayu manismu
mengingatkanku pada harum
tubuh ibuku

duhai,
tetaplah engkau semanis
yang kuingat

Jambi, 4 jan 2013

gadis yang berbagi

:kepada dinni ayu

engkau mungkin
hanya berbagi kelincahan
engkau mungkin
hanya berbagi ketenangan
amboi, gadis mungil,
kau berbinar
dari segala percik bintang
yang tak kau sengaja
taburkan dari
langit wajahmu

jambi, 24januari 2013

Advertisements

One thought on “Sajak Terima Kasih Sahabat Jambi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s