Sudut Istimewa

di belakang paviliun mungilku, berdiam sebuah sudut yang juga mungil
bersetia menampung segala mau yang tak mungil
dulunya cuma dapur kering yang rukun bersanding dengan kamar mandi
saling mengirim aroma layaknya tetangga bertukar hidangan
yang satu kadang mengirim aroma tak sedap
yang satu lagi sering mengirim aroma kopi dan mi instan

sudut mungil ini menjadi istimewa, menyimpan segala jejak dan rahasia
kadang ia tertawa mengejek ketika membaca segala catatan yang menempel di tubuhnya
terlebih pada jadwal novel yang kerasukan siluman undur-undur
kadang ia menutup mata melihat tuannya lewat telanjang seusai mandi
pernah ia bosan melihat wajah bingung tuannya
lalu kemudian rindu karena tuannya pergi berminggu-minggu

sudut ini menjadi saksi perselisihan antara kemauan dan keengganan
:cerita-cerita yang belum selesai, puisi-puisi yang kedodoran,
proyek-proyek yang hilang tenaga,
saling bertengkar mulut mencari perhatian tuannya
tapi sudut ini tetaplah istimewa
semungil ini bisa menentukan apakah besok tuannya
bisa makan atau tidak.

 

***

Jakarta, 28 Maret 2013
03.19

 

Advertisements

13 thoughts on “Sudut Istimewa

    1. Hohohoho Mbak Kikikuuuuuw
      Kapan-kapan mampirlah
      Duduk di sebentar, pasti dikeroyok imaji 🙂

      Tapi sebenarnya lebih seru dikeroyok jodoh sih..

      1. dikeroyok jodoh?? amiiinn…
        Sebelum aku mampir ke situ, MasOddikuuw mampir2 dulu lah malam ini ke rumah baruku, ada tumpeng mungil menunggu untuk dikeroyok x)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s