Kepada Tuan Penyair

menulis

tuan, sudah lama kau tak berpuisi
ke mana kata yang terpacak-pacak
di jemarimu?
ke mana gelisah yang menggumpal
di kepalamu?

aku ingin puisimu, tuan.
sebaris saja tak mengapa,
sebuai doa,
yang mericikkan dedaunan
atau,
sebara rindu,
yang melelehkan awan.

Jakarta, 15 Mei 2013.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s