Curhat Jakarta (3) – Lebaran!

Samlekomm!
Gue, Jakarta, jumpa lagi kita di sini. Sebelum curhat, gue ucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin. Semoga kita menjadi manusia yang amanah dan bermanfaat bagi sesama manusia. Amin.

Dari tahun ke tahun gue perhatiin ada ritual yang sama di semua warga. Setelah Salat Id, maaf-maafan, makan bareng keluarga, dan silaturahim ke tetangga dan saudara, siang atau sorenya mereka langsung cao ke tempat-tempat rekreasi. Fenomena ini ada di masyarakat menengah ke bawah. Yang menengah ke atas sih rata-rata udah kabur mudik.

 

Gue menyebut ini sebagai silaturahim rekreasi, yaitu silaturahim yang dilanjutkan dengan rekreasi keluarga bersama. Lebaran menjadi ajang berkumpul keluarga sehingga rekreasi bisa sekalian dilakukan dengan memanfaatkan berkumpulnya keluarga yang lebih besar. Selain itu, hidup yang keras dan ketat membuat rekreasi keluarga sulit dilakukan. Lebaran menjadi momentumnya.Warga di kota lain pasti akan heran, Lebaran hari pertama kok malah tancep gas rekreasi?

Betapa mahalnya harga sebuah rekreasi keluarga di Jakarta. Di Lebaran pertama pun, tikar-tikar sudah terhampar di Monas, Ancol, TMII, dan Kebun Binatang Ragunan sebagai tujuan favorit. Wajah-wajah gembira ini harus dipertahankan. Gue pengen semakin banyak lokasi rekreasi yang memadai dan terjangkau biayanya. Ancol dan TMII itu mahalnya ngerampok banget. Walau saat Lebaran suka ada diskon, tetep aja harganya nampol.

Yang diperbanyak minimal taman-taman kota. Tapi jangan seperti Taman Menteng yang rumputnya aja kagak boleh diinjek. Buset, rekreasi keluarga mah gelar tiker dan guling-gulingan di rumput. Kalo makin banyak dan tersebar merata, kan nggak perlu nunggu Lebaran aja. Tapi ya itu tadi, jangan kebanyakan larangan. Taman apa asrama perawan?

Gue udah jadi alah satu megapolitan terkemuka dunia. Pastinyaaaa! Tapi gue juga ogah disodor-sodorin ke kelas menengah atas melulu. Kelas menengah ke bawah justru ditopang semaksimal mungkin supaya berimbang. Kalu gap besar ada terus, ya gue timpang dong sebagai ibukota negara yang keberatan atribut megapolitan tadi. Ini baru urusan tempat rekreasi keluarga lho ya.. Kalo ngomong yang lain lagi bisa penuh isi blog ini. Kasian yang punya.

Semoga curhat gue ini kebaca bos-bos gue yang dari Solo dan Belitung itu. Seneng deh doi-doi kerjanya ajip 

Nyok, lipet tiker, susun rantang, geret semua yang di rumah!

Advertisements

7 thoughts on “Curhat Jakarta (3) – Lebaran!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s