Kopi Itu Cinta

Eh, judul yang aneh!
Ya, begitu. Cuma itu yang terpikirkan kalau ditanya arti secangkir kopi dalam hidup saya. Kalau diurai secara romantis-bombastis, secangkir kopi adalah segalanya cinta. Ya, ini agak lebay. Sederhananya, sekopi apa sih saya ini?

Mungkin saya perlu menguraikannya secara strategis-fungsionaris (iya, ini lebay juga):
– Saya merasa dicintai pagi jika membuka hari dengan secangkir kopi. Tanpanya, saya merasa pagi menyembunyikan semangat saya di balik bantal.
– Saya merasa dicintai pekerjaan saya jika secangkir kopi selalu sigap di saat-saat mati angin. Karena pekerjaan saya menulis, biasanya imajinasi akan lancar datang digiring-giring harum kopi.
– Saya merasa dicintai kenangan manis jika secangkir kopi menyergap di saat senja, saat galau, apalagi saat kangen. Ihiy!

Ya ampun, baru tiga hal itu saja secangkir kopi sudah bikin hidup saya keren! Ada kopi, ada cinta, ya ini baru namanya hidup. Lalu, sekopi apa hidupmu?

***

Tulisan khusus untuk #DiBalikSecangkirKopi @IniBaruHidup
Twitter: @Oddie__
FB: Oddie Frente

Advertisements

6 thoughts on “Kopi Itu Cinta

  1. Saya sekarang sudah mengurangi asupan kopi di hari-hari saya karna merasa ada pengaruh apalagi ada hubungan nya dengan kependekan umur. 🙂
    Sekarang, lebih banyak minum susus di pagi hari. hehe

  2. Selalu deh…. selalu, selalu, selalu. Tulisanmu itu membuat aku tergelitik rematik! Ngomongin kopi aja bisa jadi begini jadinya. Ya, sudahlah! Aku juga mau ngirim buat kompetisi ini… nggak mau kalah sama mentor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s