BBC15 – Pertemuan Pertama yang Selalu Seru

Memasuki bulan April, saya memulai dengan mengisi kelas menulis. Tanggal 3 April 2016, kelas baru Bikin Buku Club (BBC) dimulai. Agak kaget begitu dapat jadwal dari Pak Kepsek, Rendy Santoso, bahwa kelas itu adalah BBC ke-15. Wow, angkatannya sudah sebanyak itu! BBC besutan Inspirator Academy (IA) di bawah komando Brili Agung, dulunya bernama Kelab Penulis Muda (KPM). Kelas ini nggak hanya di Jakarta tetapi ada di Bandung, Cilacap, Purwokerto, dan bahkan saat ini sedang pararel dengan kelas di Yogyakarta. Nggak kerasa saya gabung jadi mentor naskah fiksi sejak 2013!

BBC15 saat ini digelar di Hotel Pradana, SMK 57 di Jl. Margasatwa, Jatipadang, Jakarta. Yang hadir di pertemuan pertama ini baru 5 orang dari sekitar 13 peserta yang mendaftar. Biasanya kelas ini memang terbatas untuk 15-20 orang. Kelas dimulai pukul 09.00 dan berakhir sekitar 13.00. Pernah juga pukul 15.00 saya masih terlibat diskusi dengan peserta walau sudah di luar kelas. Gairah menulis yang luar biasa ini sebenarnya asupan energi buat saya sendiri.

Oh ya, peserta BBC15 ada Mbak Nisa, Pak Benny, Mbak Fifi, Mbak Riri, dan Mbak Detha. Untunglah kelima peserta ini sangat aktif. Kelas di hari Minggu itu ramainya seperti diisi 15 peserta! Kelas menjadi cair sejak sesi perkenalan, penyampaian materi, hingga foto bareng–yang hukumnya wajib sebelum peserta menjadi penulis best seller yang bakal susah dicolek.

Ada yang selalu seru–kadang bikin ngilu–di setiap pertemuan pertama.
-Peserta harus membuat Surat Pernyataan yang isinya sanksi atas dirinya sendiri jika naskah tidak kelar dalam 90 hari masa BBC. Nah, surat ini yang kadang bikin ngilu. Contohnya, pernyataan Mbak Nisa. Dia akan menyumbangkan Tabungan Haji-nya jika naskahnya tidak selesai. Surat ini nggak main-main karena harus ada dua saksi dan ditandatangani di atas meterai!
-Dari Surat Pernyataan ini, peserta harus membuat foto deklarasi yang diunggah ke media sosial.
-Setiap hari ada tugas menulis sepanjang dua lembar.

Khusus untuk angkatan BBC15 ini saya mulai menerapkan cara baru di tugas harian minggu pertama. Ada tugas menyambung cerpen, puisi, dan ulasan buku yang dibaca. Tujuannya untuk memancing keseruan menulis sebelum peserta memulai naskahnya. Sebenarnya menulis secara bersama-sama (walau dengan naskah sendiri-sendiri) itu selalu seru. Peserta bisa saling mengingatkan, berlomba, dan menyemangati temannya. Saya pun turut terlibas dalam gelombang semangat itu. Saat pulang, dalam hati ada pertanyaan yang berulang menghantui: “Apa kabar naskah sendiri?”

 

Info: inspiratoracademy.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s