Rumah Batu Jambi (Semoga bukan rindu yang berkelebihan)

Originally posted on lukman tanjung:
Hujan beberapa hari ini terlalu banyak. Batangharipun tak mampu menampung  semua air hingga akhirnya membaginya  dengan bagian bawah rumah –rumah di sepanjang tepiannya. Biarlah, mungkin air itu merindu dendam dengan rumah-rumah itu. Toh ia cuma mampir setahun sekali.  Ia hanya sekedar mengintip dari celah-celah lantai papan mencuri dengar celoteh anak-anak  yang berkeluh kesah tentang sulitnya ujian hari ini atau omelan panjang pendek ibu-ibu rumah tangga tentang mahalnya harga bahan makanan saat ini. Namun ternyata air tidak tega menyentuh rumah yang satu ini. Ia hanya berhenti sampai di pinggir gerbang rumah berkepala naga yang kokoh nan… Continue reading Rumah Batu Jambi (Semoga bukan rindu yang berkelebihan)

Negeri Gurindam – Tanjung Pinang

Selamat datang di negeri Gurindam, di sini angin pun berdesis puitis! Bandara Raja Haji Fisabilillah, Juli 2012. Dari namanya saja jelas sudah betapa gurindamnya negeri ini. Mendarat di bandara ini seperti mendarat di halaman pertama sebuah buku puisi lama. Bandaranya tidak terlalu besar, oleh sebab itu sedang disiapkan bandara baru yang letaknya persis di belakang bandara sekarang. Satu yang unik di bandara ini, ada tempat bermain khusus untuk anak-anak di ruang tunggu keberangkatan. Menginap di Hotel Kaputra adalah pilihan tepat untuk yang hobi lapar. Di depan hotel ada Ramayana Dept. Store dengan pusat jajan yang cukup luas. Berderet di samping … Continue reading Negeri Gurindam – Tanjung Pinang

Mengintip Batanghari – Jambi

Hari terakhir di 2011, jejak pertama untuk Jambi. Pesawat pagi dari Cengkareng hanya perlu 75 menit untuk mengejar pagi yang lain di Tanah Pilih Pesako Betuah ini. Apalagi jarak dari Bandara Sultan Thaha ke tengah kota cukup dekat sehingga masih tersisa pagi yang memantul terang di tepi Sungai Batanghari. Menikmati secangkir kopi di Sky Cafe di teras atas hotel Wiltop adalah kebahagiaan pertama berkenalan dengan Batanghari. Kebahagian yang membuat lupa akan terik sungai yang telah menyambar kulit muka dan sepanjang lengan. Malamnya, ditemani Muhyi sahabatku sesama penulis, kami meliuk-liuk di jalanan kota dengan motor. Melewati pasar Jambi, aku tercengang dengan … Continue reading Mengintip Batanghari – Jambi